Lipsum Text Widget

Senin, 26 Maret 2012

Sky Of Love// Chapter 2// Our First Met

Diposkan oleh layla3103 di jakarta 16.21.00
Reaksi: 
TITLE:: Sky Of Love
AUTHOR:: LAYLA NOER ANDIENA
CHAPTER:: 2
Cast :: Yewook
            Kyumin
 
++++++++++++++++++++++++++++++++++++


 YeWook's ::
[ Sky of Love ]
by via2myrene
.
Rated T
Warning :: Yaoi & Gaje :D
Slight pair :: KyuMin
.
-This is the second chapter-
.
Sepertinya ini nanti enggak jadi two-shot, tapi malah jadi chaptered ^^
Maap banget yaa kalo mengecewakan xD
.
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-
.
[ Ryeowook's POV ]
Drrrt. Kurasakan ponselku bergetar. Engh, ini membuatku terbangun dari tidurku. Samar-samar kutatap jam dinding warna hijau muda di sebrang kasurku. Emh, pukul setengah 12 malam.
.
Eh? Siapa sih yang tega membangunkanku dari mimpi malamku? Aish, ya sudahlah. Lebih baik kulihat dulu siapa yang menghubungi.
.
Calling. . .

jOngWooN ^-^
.
Ah, ternyata dia! Aduh gawat nih, apa yang harus kulakukan? Apa aku harus mengangkat telepon darinya? Duuh, aku masih belum siap. . Jantungku terasa nggak karuan. .
.
Emh, ya udah deh, aku diemin aja daripada aku bingung mikirin sosok misteriusnya.
Hoahem, ngantuk. . Merem dulu ah. .
.
Drrrrt.
.
Masih terdengar getaran dari ponsel biru mudaku. Kenapa dia masih tidak menyerah untuk meneleponku? Apakah ia tahu bahwa semenjak ia bilang bahwa dirinya ingin bertemu denganku, aku jadi merasa selalu deg-degan tiap ia menghubungiku? Aku juga sampai berkeringat dingin ketika membalas pesan singkatnya. .
.
Drrrrrt.
.
Angkat atau enggak ya? Kalau kuangkat, paling-paling ia hanya ngucapin met malem seperti temen-temenku yang lain. Aku sering kesel kalau tidur indahku harus terusik oleh tawa jail mereka.
.
Ya udah deh, kutolak saja panggilannya. Mianhe ya, Jongwoon. Aku tak ingin kau jahili. Hehe.
.
Setelah kutolak panggilannya, segera kututup kembali kedua mataku yang terlalu lelah untuk terus membuka. Aku berharap ketika aku tertidur nanti aku bisa memimpikan boyband favoritku, Super Junior. Oh ya, sebelum aku terbangun tadi, aku sempat melihat salah satu anggotanya di benakku. Menurutku anggota yang satu ini sangat tampan. Yah, meski ia tidak terlalu menonjol, tapi suaranya begitu indah. Andai saja aku bisa bertemu dan bernyanyi bersama dengannya. .
.
Drrrrt.
.
Aish, masih saja kurasakan ponselku bergetar. Kenapa ia tak membiarkanku tidur saja sih? Dia seperti tak tahu waktu saja untuk menghubungi seorang yeoja. Apa sebaiknya kumatikan ponselku saja ya?
.
Saranghae ah Minna~
.
Nada pesanku berbunyi. Ah, mungkin Jongwoon udah menyerah karena aku tidak mengangkat telepon darinya. Aku hanya tertawa kecil begitu aku menyadari hal itu. Segera saja kuambil ponsel malangku ini yang sempat hilang. Emh, bukan hilang sih, tapi lupa dikembalikan. Meski begitu aku, tidak menyesal juga.
.
Satu pesan.
.
Deg. Deg. Jantungku terasa nggak karuan ketika ibu jariku ingin menekan tombol 'OK' untuk membaca pesan itu. Wookie, padahal belum tentu 'kan pesan itu dari Jongwoon? Tapi entah kenapa ya, aku ingin sekali mendapatkan pesan darinya meski aku takut untuk mengangkat teleponya.
.
Aish babo, baca saja lah. . Kalau itu Jongwoon kau pasti sedang beruntung. .
.
From : jOngWooN ^-^
.
DEG. Detak jantungku serasa berhenti sejenak. Ternyata benar namja ini! Duuh, kira-kira apa yang ingin dikatakannya kepadaku ya? Jangan-jangan ia ingin bilang kalau aku tidak tahu berterima kasih? Aduuh, jangan sampai ya, aku akan sangat sedih kalau dia benar-benar menulis kata-kata itu.
.
Mian_ganggu_tidurmu_hehe_.
.
Ah, Jongwoon-hyung. Tak perlu kau tuliskan, tentu saja kau telah mengganggu tidur indahku. Huh, kenapa aku harus mempedulikan orang yang kelihatannya suka menulis pesan tidak penting seperti ini sih?
.
Jam_telah_menunjukkan_pukul_12_malam.
.
Hyung, kalau kau hanya sms seperti ini, lebih baik kau kumasukkan ke panci saja bersama kepiting rebus. Anak TK saja sudah pasti tahu sekarang jam berapa.
.
Hmm, baiklah kalau begitu. .
.
.
Saenggil_chukkae_ya,_Kim_Ryeowook_!_:)
.
DEG. Eh? Saenggil Chukkae? Tanggal berapa sekarang ini? Aku sangat penasaran. Segera saja kulirik kalender yang berada di meja belajarku.
.
22 Februari.
.
Omoooo. . Paboya, Kim Ryeowook! Ia benar, hari ini memang hari ulang tahunmu! Aigo, Jongwoon-hyung, ternyata ia ingin mengucapkan selamat ulang tahun padaku ya?
.
To : jOngWooN ^-^
.
gOmawO, hYunG ^-^
.
Terkirim. Kutunggu jawaban darinya. Aigooo manisnya namja satu ini. Entah kenapa aku jadi tersenyum sendiri ketika jari-jariku menari diatas keypad untuk membalas pesannya. Kalau umma mengetahui aku tersenyum seperti ini, ia pasti akan segera menjodohkanku dengan seorang namja.
.
Drrrrt. Sepertinya ia sudah membalas pesanku. Wah, cepatnya. . Aku jadi berkeringat lagi karena tak sabar ingin segera melihat balasannya.
.
From : jOngWooN ^-^
Nae._semoga_apa_yang_kau_impikan_dapat_terwujud._:)
Ah, impian? Apa ya?
.
Hmm, mungkin aku ingin segera bertemu dengan cinta sejatiku, hyung. Sebelumnya aku belum pernah merasakan apa yang dinamakan cinta, namun kali ini sepertinya cinta itu terasa indah. Ya, begitu indah karena kau lah yang telah mengenalkannya kepadaku.
.
Tapi bila kau mengetahuinya, apakah benar kau akan tetap mendo'akan impianku yang satu ini, hyung?
.
Semoga saja ya, hyung. Aku juga berdo'a agar kau juga segera menemukan cinta sejatimu. Kau adalah sosok namja yang sangat baik. Jarang sekali aku bisa menemukan namja sebaik dirimu. Nah mulai, jantungku deg-degan lagi. Sepertinya hati kecilku jadi tak sabar untuk segera bertemu denganmu. .
.
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-
.
-Di sekolah-
.
Teng teng.
Segera aku masuk ke dalam kelasku begitu terdengar suara bel masuk. Kulihat Minnie sedang berkaca dan merapihkan rambutnya. Aku tersenyum kecil melihat kecentilannya.
.
"Minnie, kau sekarang sudah suka berdandan yaa. ." Wajahnya langsung memerah begitu mendengar perkataanku. Segera disembunyikannya cermin mini yang ia gunakan untuk berkaca tadi ke dalam tasnya sembari menatapku dengan takut. Ah, apa ia sedang jatuh cinta pada seseorang ya?
.
"Oh ya, Wookie, kubawakan sesuatu untukmu, chagi!"
.
Eskpresi Sungmin langsung berubah begitu ia teringat pada sesuatu. Dipandangnya sebuah bungkusan manis yang berpita mungil dan diambilnya untuk segera diberikan kepada Ryeowook. Ryeowook yang sebelumnya tidak mengetahui apa yang dimaksudkan Sungmin akhirnya mengerti dan menunduk malu.
.
"Tak perlu repot-repot, Minnie. ."
"Hehe, tak apa Wookie! Saengil chukkae hamnida yaa!"
.
Yeoja itu akhirnya mau menerima kado dari Sungmin yang terlihat sumringah. Ia ingin Ryeowook segera membuka isi kado itu. Dalam hatinya ia berharap kalau Ryeowook akan menyukai kado pemberian darinya.
.
BRAK.
Terdengar lagi suara bantingan pintu yang membuat satu penghuni kelas terkejut dan segera mengalihkan pandangan mereka menuju sesosok namja yang sedang berdiri sambil membawa sesuatu. Begitu kupandang wajahnya agak lama, aku langsung mengenali wajah khasnya. Aku sudah tak asing lagi dengan wajah namja satu ini.
.
"KALI INI SIAPA YANG NGELEMPAR SISIR KE BOS GUE?"
.
Siiiing. Seperti kemarin tidak ada satupun orang yang mengacungkan tangannya. Kulirik Minnie yang terlihat tenang. Ah, sepertinya kali ini bukan Minnie pelakunya. Masa' sih dia ingin mencari gara-gara dengan namja galak seperti itu.
.
"Saya."
.
Mataku serasa hampir lepas begitu kulihat seorang yeoja menganggkat tangannya tinggi-tinggi dan kemudian berdiri. Beraninya yeoja ini. Sang namja yang bernama Kyuhyun itu berjalan mendekati sang yeoja yang sedang air wajahnya sedang tenang itu.
.
"KAU. IKUT. AKU."
.
Hanya itu yang diucapkan Kyuhyun sebelum ia beranjak meninggalkan kelas kami. Seluruh murid kelas menatap yeoja itu dengan pandangan yang berbeda beda. Ada yang mengasihani, dan ada pula yang menatap menghina. Tapi tidak denganku. Aku sama sekali tak tahu bagaimana penilaianku terhadap yeoja ini. Kutepuk pelan bahunya.
.
"Hati-hatilah. . " Dan yeoja itu hanya mengangguk dan segera berlari kecil untuk menyusul langkah Kyuhyun.
.
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-
.
Kulewatkan satu jam pelajaran tanpa kehadiran Minnie di sebelahku. Ya, dialah yang melempar sisir tadi. Aku sangat khawatir dengan apa yang akan dilakukan Kyuhyun dan teman-temannya kepada Minnie. Pikiranku tak bisa tenang. Aku tak ingin Minnie disakiti oleh namja kasar seperti Kyuhyun.
Kupandang jendela kelasku yang kini telah diselimuti debu. Padahal aku sudah mengelapnya tadi pagi. Eh, tunggu dulu, jendela? Minnie dulu melempar kertas ke jendela itu. Bila ia melempar sisir, apakah ia juga akan melemparnya melewati jendela itu? Kenapa tiba-tiba ia bisa seceroboh itu?
.
"Kim Ryeowook?"
.
Lamunanku langsung buyar begitu kudengar sebuah teguran yang ditujukan kepadaku. Ternyata aku sudah cukup lama tidak memperhatikan pelajaran.
.
"N-nae?" Kupandang wajah guru Biologiku yang sedang menatapku keheranan. Sepertinya beliau tahu kalau aku sedang kebingungan. Kedua bola matanya kini sedang menatap tajam bangku kosong di sebelah kananku.
.
"Dimana teman sebangkumu?"
.
"D-dia. ."
.
Belum sempat ku menjawab, seorang siswa dari kelas lain tiba-tiba datang untuk menemui guru Biologiku. Nafasnya terengah-engah. Ada apa ya? Kenapa ia begitu buru-buru?
.
"Baik. Em, Kim Ryeowook, temui guru BK. Sekarang juga." Aku langsung melongo begitu mendengar perkataan guruku. BK? Apa ada yang salah denganku? Atau jangan-jangan. .
.
"Lee Sungmin sedang terkena masalah. Temui dia, kau sahabatnya 'kan?" Kuanggukkan kepalaku dan aku segera berlari ke ruang BK, Bimbingan Konseling. Perasaan kalut menyelimuti perasaanku. Pasti ini ada hubungannya dengan Kyuhyun. .
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-
.
"Annyeong. ."
Kusapa tiga sosok yang sedang duduk di kursi masing-masing. Kulihat ada sahabatku Minnie disana. Aigoo, kenapa rambutnya kusut? Kenapa ada bekas air mata mengalir dari wajah manisnya?
.
"Wookie!" Ia langsung menangis begitu kupeluk tubuhnya yang lebih besar daripada aku. Kucoba untuk menenangkan yeoja satu ini. Ia memang cengeng sepertiku, dan aku juga ingin menangis begitu kurasakan badannya bergetar hebat.
.
"Skorsing. Dua minggu." Jari sang guru BK sedang menunjuk ke arah seorang namja dengan rambut ikal yang hanya duduk santai sembari menghisap puntungan rokok yang apinya masih menyala. Ia terlihat sama sekali tidak takut atau gelisah dengan hukuman itu. Cho Kyuhyun. Bocah kasar itu. .
.
"Permisi bu, apa yang terjadi?" Kuberanikan diri untuk bertanya pada guru yang tubuhnya sudah dimakan usia itu. Sebelum ia menjawab pertanyaanku, ia menggelengkan kepalanya kepada Kyuhyun yang hanya tersenyum setan dan kemudian dielusnya kepala Minnie dengan pelan.
.
"Temanmu hampir diperkosa oleh pemuda Cho ini di kamar mandi pria. Untung ada seorang namja yang mendengar jeritan temanmu ini. Kalau tidak, kurasa aku sudah mengeluarkan Cho dari sekolah ini." Wanita ini menatap tajam Kyuhyun. Tampak tatapan kesal dari sorot matanya.
.
"Silahkan saja kalau berani." Tantangnya pada orang yang jauh lebih tua darinya. Tak tahu sopan santun sekali namja ini! Kulepas pelukanku dari Minnie dan aku ingin berdiri agar bisa menamparnya. Ia harus sadar atas kesalahannya. Enak saja ia memperlakukan sahabatku dengan semena-mena! Dia pikir dia siapa, hah? Dasar sombong! Tapi begitu aku ingin melampiaskan emosiku, entah mengapa langkahku langsung tertahan. Ternyata Minnie segera menarik tanganku.
.
"J-jangan, Wookie. . A-aku yang salah. . Aku memang sengaja melakukannya. . Hiks. ." Kutatap Minnie dengan penasaran. Apa maksudnya dengan sengaja? Apa ia sengaja ingin mencari masalah dengan Kyuhyun ini? Aish, entahlah. Kepalaku langsung pusing begitu kudengar Minnie yang sedang mencoba untuk menjelaskan semuanya padaku. Beberapa lama kemudian pandanganku menjadi buram dan gelap seketika. Sayup-sayup suara melengking Minnie kudengar sedang menjerit penuh kekhawatiran. Ah, tolong biarkan aku tenang sejenak. .
.
[ Ryeowook's POV end ]
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-
.
"Wookie? Wookie-ah?"
Sayup-sayup Wookie mulai bisa memandang sesosok yeoja yang terlihat menangis sedari tadi. Raut wajahnya seketika berubah menjadi lega setelah dilihatnya Wookie mulai membuka kedua kelopak matanya dan mendesah pelan.
.
"Engh. . Minnie. ."
.
Sungmin membantu sahabatnya untuk duduk dan segera membawakannya segelas air putih. Ryeowook meraihnya dan dengan perlahan meneguk air putih yang membuat tenggorokannya menjerit kehausan. Setelah menghabiskan setengah gelas air, ia mulai merasa dirinya sedikit lebih baik dan segera kembali berbaring. Sungmin menyelimuti Ryeowook dengan penuh kasih sembari tersenyum manis.
.
"Syukurlah kau telah bangun, Wookie. . Aku sungguh mengkhawatirkanmu. ."
.
Beberapa saat kemudian Ryeowook melihat setitik air menetes dari pelupuk mata Sungmin. Ryeowook yang tidak tahan melihat kesedihan Sungmin langsung menghapus perlahan air mata itu dari pipi chubby sang yeoja dan disentuhnya wajah yang terlalu sedih untuk tersenyum kembali tersebut.
.
"Jangan menangis, Minnie-ah. . Aku tak apa kok. ."
.
Sungmin langsung memeluk tubuh lemah Ryeowook dan menangis sejadi-jadinya. Ia tak bisa memenuhi keinginan sang sahabat. Ia merasa telah menyakiti si sosok mungil itu karena pilihannya. Mengapa ia harus menyukai orang seperti Kyuhyun? Apa ia tak tahu kalau Kyuhyun itu merupakan anak nakal yang sering membuat onar? Apalagi namja itu telah mencoba untuk memperkosa dirinya. Ryeowook sudah pasti sangat kecewa padanya. .
.
"Jeongmal mianheyo, Wookie-ah. . Aku salah karena menyukai Cho Kyuhyun itu. . Maafkan aku, aku tak akan menyukai orang yang salah lagi. . Hiks. ."
.
Air mata kedua yeoja itu langsung tumpah karena mereka saling merasakan perasaan satu sama lain. Penyesalan dan kesedihan tengah menyelimuti hati kecil mereka. Dua yeoja itu sama-sama tak mengetahui kapan cinta sejati itu akan datang, dan hanya membiarkan waktu yang menjawabnya. Hati mereka kini sedang mencoba untuk saling mendengarkan dan merasakan. Perlahan Sungmin mulai sadar bahwa dirinya masih belum saatnya untuk membuka hatinya, apalagi kepada sembarang orang. Ia perlu melihat dengan jelas luar dalam sosok tersebut terlebih dahulu sebelum ia menyerahkan cintanya. Di tengah penantiannya, ia berharap bahwa namja itu bukanlah Kyuhyun. Kyuhyun bukanlah namja yang baik untuknya. .
.
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-
.
Drrrrt.
.
Ponsel Ryeowook bergetar begitu yeoja itu baru keluar dari UKS bersama Sungmin yang sudah mulai melupakan sedikit demi sedikit trauma yang baru saja dialaminya. Dengan cepat, dibukanya ponsel mungil itu dan dilihatnya ada sebuah pesan tengah menunggu.
.
From : jOngWooN ^-^
.
Jantung Ryeowook kini kembali berdetak tak beraturan. Jongwoon? Ini bukanlah saat yang tepat baginya untuk mengirimkan sebuah pesan. .! Kenapa harus disaat Ryeowook baru saja mendapatkan masalah?
.
Meski hatinya sedang kacau, Ryeowook akhirnya memilih untuk segera membaca pesan itu. Siapa tahu saja namja itu bisa menghapuskan sedikit lagi kesedihan yang menyelimuti dirinya. Ia memang selalu menanti pesan dari namja yang tadi malam baru saja mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Namja yang meluluhkan hatinya. .
.
aku_sedang_ada_diatas._temui_aku_sekarang_yah.
.
'MWO? Atas mana maksudnya? Atas langit?
Ah, apa jangan-jangan. .'
.
Ryeowook yang tengah dalam keadaan kalut langsung berlari meninggalkan Sungmin yang berteriak-teriak memanggil namanya. Namun kini dalam benak sang yeoja imut hanya ada sosok Jongwoon yang sangat ingin ditemuinya. Rasa penasarannya melebihi rasa sakit yang baru saja melukai hatinya, yaitu rasa sakit karena perbuatan Kyuhyun yang menyakiti sahabatnya.
.
'Jongwoon-hyung, apakah berarti kau juga siswa di sekolah ini?'
.
Itulah pertanyaan yang ingin dijawab Ryeowook saat ini. Apakah ia akan segera menemukan cinta pertamanya itu dan berbahagia bersamanya? Ataukah ia harus merasakan kekecewaan karena tak bisa menemuinya?
.
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-
.
Empat puluh menit Ryeowook menunggu kehadiran Jongwoon di bangunan atas sekolahannya. Apakah yang dimaksudkan Jongwoon itu adalah di tempat lain? Mengapa ia tak memberitahunya dimana ia seharusnya datang? Apakah ia tak ingin Ryeowook menemuinya?
.
Ryeowook yang menanti terlampau lama mendesah pelan dan terlihat raut kekecewaan tengah menghiasi wajah innocentnya. Ia sedang berfikir apakah dirinya akan pergi karena telah menyia-nyiakan waktu untuk menunggu orang yang mungkin tengah menunggunya di tempat lain. Namun ia memilih untuk tetap menunggu. Seseunnguhnya bila Jongwoon bukanlah penyelamat hidupnya dan orang yang membuatnya jatuh cinta, sudah pasti ia segera meninggalkan tempat ini dan melakukan aktivitas yang jauh lebih penting. Ia melakukan hal ini hanya untuk Jongwoon seorang. .
.
.
"Sudah menunggu lama?"
.
DEG. Ryeowook langsung berkeringat dingin begitu ia mendengar sebuah suara yang terdengar berat sedang berbicara kepadanya. Ya, sudah pasti kepadanya karena tak ada siapapun yang ada disana sejak tadi kecuali dirinya. Ia kepalkan kedua tangannya dan memberanikan diri untuk membalikkan badan. Perlahan ia mulai bisa melihat dengan jelas wajah orang itu. Ya, wajah seorang namja.
.
"Gyaaaaa!"
.
Ryeowook langsung berteriak kaget begitu ia melihat Kyuhyun sedang berdiri di samping namja yang berbicara kepadanya tadi. Kyuhyun? Sedang apa dia ada disini? Ryeowook bertanya-tanya dan sangat takut dengan kehadiran namja satu ini. Pelan-pelan ia melangkah mundur, menjauhi dua namja yang menatapnya dengan tatapan yang sangat aneh. Jangan-jangan mereka telah mengikutinya sejak tadi. .
.
"Tak perlu takut, Kim, aku tak akan mengganggumu. Aku duluan, bos."
.
Kyuhyun menyeringai bagai iblis begitu ia melihat betapa takutnya Ryeowook. Kemudian ia melipat kedua tangannya sembari melangkah menjauhi namja yang ada didekatnya. Namja yang biasanya hanya berteriak marah itu secepat kilat berbalik arah dan memilih meninggalkan dua sosok itu di lantai atas sendirian. Ia terlihat tak terlalu peduli dengan urusan teman namjanya itu.
.
"K-kau. ."
.
Perhatian kini tertuju pada namja yang sedari tadi hanya menatap Ryeowook. Namja itu hanya tersenyum kecil dan melangkah mendekati Ryeowook yang tetap melangkah mundur, tak ingin didekati. Ia berpikir bahwa pastilah sang namja adalah teman Kyuhyun, dan pasti juga ia berperilaku buruk seperti Kyuhyun. Ia tak mau kalau nasibnya tidak beruntung seperti Sungmin. Ia tak mau. .
.
"Kim Ryeowook 'kan?"
.
Hanya anggukan yang mewakili jawaban si penakut Ryeowook. Namja itu tertawa pelan dan menyibakkan rambutnya sedikit. Rambutnya pirangnya langsung menata dirinya masing-masing dan terlihat beberapa tindik menghiasi telinga kirinya. Dihadapan Ryeowook saat ini, ia sedang mengenakan sebuah kacamata hitam dan menghiasi wajahnya dengan sebuah senyum maut nan 'misterius'. Penampilannya sama sekali tak bisa dibilang rapi. Ia justru terlihat seperti anak yang suka melanggar peraturan.
.
"Baiklah, sebelumnya annyeong. Kulihat kau menunggu begitu lama disini, apakah kau tak merasa bosan?"
.
Ryeowook hanya menggeleng sebagai jawabannya. Ia terlalu malu untuk membuka dirinya pada orang yang tidak dikenalnya. Wajah namja itu tampak sumringah begitu ia melihat rok milik Ryeowook sedikit terbuka karena hembusan angin. Yeoja itu langsung kelabakan dan segera menutupi roknya.
.
'Jangan-jangan benar kalau dia ingin memperkosaku. .
Aish, kalau begitu. .
.
Aku harus lari. .!'
.
Ryeowook langsung membalikkan badannya dan berlari menuju pintu yang terbuka dengan lebarnya. Ia ingin segera lari dari namja urakan ini, dia tak ingin keperawanannya direnggut oleh orang yang sama sekali tak dikenalnya. Ia tak mau kalau dia akan berakhir tragis. .
.
GREP. Keringat Ryeowook langsung bercucuran begitu ia merasakan tangannya di tarik oleh si namja yang ternyata gerakannya jauh lebih gesit daripada sang yeoja imut. Ryeowook mencoba untuk melepaskan genggaman kuat itu dengan tenaga yang paling besar miliknya, namun tentu saja gagal. Namja itu tak juga melepaskan genggamannya. Ketika Ryeowook menarik dirinya ke belakang dengan kekuatan penuh, namja itu melepaskan genggamannya dan membuat Ryeowook jatuh. Gadis muda itu meringis kesakitan.
.
"APA MAUMU?"
.
Emosinya memuncak begitu ia melihat tatapan sok enggak bersalah milik sang namja berambut pirang yang tertawa kecil dan mengambil sesuatu dari balik jaketnya. Ryeowook terkejut begitu ia melihat sebuah bunga kecil disodorkan tepat di wajahnya. Apakah namja itu penggemarnya?
.
"Selamat ulang tahun, Kim Ryeowook! Perkenalkan, Jongwoon imnida."
.
Ryeowook yang tengah memegang bunga kecil itu langsung melepaskan pegangannya. Ia sangat terkejut dan sekaligus tidak percaya. Kedua bola matanya menatap namja yang mengaku Jongwoon itu dari atas ke bawah. Sangat jauh dari bayangannya. Ryeowook langsung tidak percaya kalau namja macam ini adalah Jongwoon.
.
"Bacalah. Semoga kau percaya."
.
Gadis manis itu langsung terkaget begitu ia melihat sebuah pesan terpampang jelas di layar ponsel sang namja.
.
from : Kim_Ryeowook_:)
gOmawO, hYunG ^-^
.
DEG. Yeoja itu menggeleng dan segera berdiri. Ia melangkah mundur, menjauhi Jongwoon yang menatapnya dengan penuh keheranan. Setelah beberapa lama, akhirnya ia berani membuka mulutnya untuk bicara.
.
"Bunga ini jelek sekali. Aku nggak menyukainya, lebih baik kau pergi saja."
.
Tatapan kecewa terlihat jelas di wajah Jongwoon. Ia berpikir bahwa ternyata Ryeowook melihat seorang namja hanya dari luarnya saja. Ia menggenggam erat bunga yang baru dipetik dari kebun miliknya itu dengan erat sembari melihat bayangan Ryeowook perlahan menghilang dari pandangannya. Jongwoon merasa bahwa dirinya mungkin tak pantas untuk yeoja manis seperti itu. .
.
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-

TBC! :D

-x-x-x-x-x-x-x-x-x-
.
Mianheyo karena aku belum sempet bales atu-atu, tapi semoga suka yaa. . ^^
,kalau begitu, apakah boleh ff aneh ini aku jadikan ff chaptered? kalau boleh aku akan lanjutin. . ^-^
.
JANGAN LUPA COMENT + LIKE NYA YA. ^o^

~GOMAWO~
.

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

♥KOREAN CHINGU (한국 친구)♥ © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor