Lipsum Text Widget

Rabu, 21 Maret 2012

Sky Of Love (Chapter 1) // My Lost Phone

Diposkan oleh layla3103 di jakarta 17.12.00
Reaksi: 
 Title      :: Sky Of Love
Chapter :: 1
Author   :: layla noer andiena
Cast      :: Yewook
                Kyumin          

Disclaimer ::  Apakah kau telah mengetahui
                        Kalau aku sangat mengagumi dirimu?

                        Tiap detik aku menginginkan kehadiranmu
                        Melengkapi pemandangan indah yang terlihat oleh kedua bola mataku

                         Perlu kau tahu
                         Aku tak melihatmu dengan cara pandang yang biasa
                         Karena aku,
                         Tak melihat indahnya parasmu atau menawannya senyummu
                         Melainkan sesuatu yang tak bisa dilihat dengan mata kepala
                         Namun bisa dirasakan dengan lembutnya hati

                         Kau pasti tahu apa itu
                         Ya,
                         Cinta.

                        Andaikan kau tahu
                        Bahwa ada seseorang yang selalu menginginkan keberadaanmu
                        Disisinya, suatu saat nanti
.
                        Ia inginkan hangatmu,
Ia inginkan senyummu,
dan ia inginkan. .
.
Cintamu.
.
Suatu saat nanti aku pasti akan mendapatkan hatimu
Meski yah, aku bukanlah orang yang sempurna dimatamu
Aku yakin kau pasti inginkan orang yang jauh lebih sempurna
Namun bagiku, cinta bukanlah mencari sebuah kesempurnaan,
Melainkan dihadirkan untuk menyempurnakan
.
Andai kau dan aku bisa bersatu,
Aku berjanji akan membuatmu tersenyum selalu
Meski jiwa dan ragaku akan terkikis oleh waktu. .
.
Dan bila kehadiranku telah menjadi berarti bagi dirimu. .
Tetaplah tersenyum dan menjadi sosok yang hangat
Karena itulah yang membuatmu begitu indah dimataku. . 
#kepanjangan ya? ah lanjut ya *plakk
.
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x
.
a YeWook's ::
[ Sky of Love ]

.
Two-shot, first chapter & gender-switch. .! ^^
Rated T
.
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-
.
"Annyeong, Sungmin-ah!"
 
Sapa seorang yeoja manis kepada temannya yang baru datang ke sekolah. Yeoja yang bernama Sungmin itu membalas tersenyum sembari mengambil tasnya yang tadi tergeletak di kursi sebelahnya.

"Annyeong juga, Ryeowook-ah! Bagaimana, apakah rencanaku berhasil?"

Sungmin bertanya pada yeoja yang bernama Ryeowook dengan semangat. Ia sangat berharap bahwa Ryeowook akan mengatakan 'ya', atau paling tidak mengangguk padanya. Namun sayang, Ryeowook membalasnya dengan gelengan lemah. Yeoja manis nan lugu itu hanya menunduk.

"Ah, ternyata. ."

Sungmin harus kecewa. Sebenarnya Ryeowook sedih melihat sahabatnya kecewa seperti ini, namun ia tak dapat berkata apa-apa, karena ia memang tidak bisa memenuhi harapan Sungmin.
.
"Jeongmal mianhe, Sungmin-ah. ."

.
(flashback)


"Ryeowook-ah, kau cantik sekali hari ini."

Kata seorang pria pada Ryeowook yang duduk manis di sebuah restoran mewah. Mereka duduk berhadapan, dengan sekuntum mawar merah yang menghiasi tempat mereka berbincang. Gadis manis itu hanya menunduk malu sembari menyembunyikan wajahnya yang memerah. Sang pria tertawa.

"Haha, kau benar-benar gadis yang polos. Oh ya, ngomong-ngomong apa penampilanku keren malam ini?"

Tanya sang pria yang terlihat sangat bangga dengan jas hitam yang dikenakannya. Ryeowook hanya mengangguk.

"Sudahlah, jangan malu-malu. . Sebentar lagi kita akan menjadi sepasang kekasih kan?"
Ryeowook terkejut begitu mendengar pernyataan dari bibir pria yang ada dihadapannya. Yeoja itu merasa sang pria dengan seenaknya berbicara seenteng itu. Kemudian ia memandang pria itu lekat-lekat, dan ia merasa bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik dengan pria yang sombong seperti itu. Ia kembali menunduk.

"Apakah aku tampan?"

Pria itu bertanya lagi. Ryeowook tak menjawab. Hal ini membuat sang pria terpancing emosi.

"AKU TANYA, APAKAH AKU TAMPAN KIM RYEOWOOK?"

DRAK. Pria itu memukul meja dengan keras dan membentak sosok yeoja polos yang menatapnya ketakutan. Semua tamu langsung menatap dua orang yang sedang dalam masalah itu, namun kembali pada kesibukannya masing-masing ketika sang pria mulai duduk kembali.

"Apa kau sudah tuli?"

Tanyanya kasar. Yang ditanya hanya tetap menunduk sembari menahan air mata karena bentakan dan ucapan kasar yang ditujukan padanya.

"M-mianheyo. ."

Hanya itu yang diucapkannya sebelum akhirnya ia mengambil tas putihnya dan melangkahkan kaki menjauhi restoran mewah yang mempertemukannya dengan pria yang telah membuatnya menyakitinya itu. Sang pria yang membentaknya tadi tidak terima dan mengejar langkah si yeoja.

"Mau kemana kau?"

Dengan langkah yang lebih panjang, pria itu berhasil mengejar Ryeowook dan menguatkan genggaman pada tangan mungilnya. Sang yeoja hanya bisa menahan sakit sambil mencoba melepaskan genggaman itu.

"L-lepaskan!"

Jeritnya. Namun pria itu sama sekali tidak mau melepaskan tangannya dan mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Ryeowook. Yeoja itu berteriak.

"GYAAA TOLOOONG!"

Tiba-tiba pandangan Wookie menjadi gelap. Ia merasakan tengkuknya sakit. Setelah itu ia tak bisa melihat apa-apa selain mendengar suara pria lebih muda yang mencoba membangunkannya.

(flashback end)

"APA? Jadi itu sebabnya lehermu memar seperti ini?"

Sungmin mengangkat rambut panjang Ryeowook dan terkaget begitu ia melihat kulit sang yeoja yang putih mulus menjadi kebiru-biruan. Ia terlihat marah.

"N-nae. ."

Kata Ryeowook dengan polos. Sungmin hanya bisa menggeleng dan meremas kertas yang tadi tergeletak di mejanya. Ia lempar kertas itu ke luar jendela.

"Akan kubuat perhitungan pada om-om sialan itu!"

Kata Sungmin yang kembali duduk pada bangkunya. Ia tatap tajam ponsel miliknya dan mencari nama orang yang ingin ia amuk. Tiba-tiba Ryeowook menyadari sesuatu.

"S-Sungmin-ah, ponselku. ."

Sungmin yang menangkap arti dari raut wajah Ryeowook langsung mengerti. Mereka berdua langsung panik dan mencari ponsel Ryeowook di sekitar bangku mereka. Dicari di tas Ryeowook, nihil. Tak ditemukan ponsel berwarna biru muda miliknya. Akhirnya Sungmin mencoba menelpon ke nomor Ryeowook.
 Tiba-tiba terdengar suara seorang yeoja. Sungmin terlihat antusias menjawabnya.

"HALO?"

Teriak Sungmin pada si pemilik suara, namun si pemilik suara terdengar tidak menanggapi ucapannya. Karena merasa tak dihargai, aegyo yeoja itu langsung marah.

"Hei! Aku berbicara pada—"

Ucapannya terputus. Ia langsung menutup ponselnya dan memukul meja.

"Ada apa, Sungmin-ah? Siapa dia?"

Tanya Ryeowook yang penasaran. Ia merasa ada sesuatu yang aneh pada sahabatnya yang gampang panik itu.

"Hmm, apa kau mau tahu apa yang dikatakan yeoja yang menganggkat teleponku tadi?"
Ryeowook tentu saja mengangguk. Ia mendekatkan telinganya pada Sungmin.

"Yang dikatakannya. .

.
Nomormu sibuk."
Jawab Sungmin dengan lemas. Ryeowook tertawa kecil mendengarnya.
.
"HOI!"

Tiba-tiba fokus Min-Wook teralihkan pada sosok namja yang sedang berdiri di depan pintu kelas mereka. Sungmin yang mengenali namja itu langsung bersembunyi di belakang Ryeowook yang lebih mungil darinya.

"SIAPA YANG NGELEMPAR KERTAS INI KE BOS GUE?"

Kata namja itu dengan lantang sambil mengacungkan seuntal kertas yang dilempar Sungmin tadi. Tentu saja tak satupun dari penghuni kelas itu yang mengacungkan tangan. Dan karena tak ada yang mengaku, namja itu pun mengamuk.

"SIAPAPUN YANG NGELEMPAR KERTAS INI PADA BOS-KU, KUJAMIN KALIAN AKAN MENYESAL!"

Setelah menendang meja guru yang ada dihadapannya, namja itu akhirnya pergi. Sungmin menghela nafas lega dan perlahan ia kembali ke tempat duduknya. Ryeowook sedikit bingung dengan sikap Sungmin.

"Sungmin-ah, kenapa kau bersembunyi?"

Tanyanya dengan pelan. Sungmin menelan ludah dulu, baru ia menjawab dengan agak takut.

"Eh, sebenenarnya, dia. . Dia itu Cho Kyuhyun, anggota geng yang ada di sekolah kita." jawabnya. Sosok mungil yang ada dihadapnya hanya memandang dengan tatapan tak mengerti, dan Sungmin yang merasa agak risih dengan pandangan innocent itu langsung memukul pelan bahu sang yeoja manis dan tersenyum kecil.

"Sudahlah, jangan kau pikirkan. Belajarlah, nanti istirahat kita cari ponselmu."
tuturnya yang lagi-lagi dibalas dengan anggukan kecil.
.
-x-
.
(jam istirahat, di perpustakaan)

"Apa kau sudah menemukannya di rak sebelah barat, Ryeowook-ah?"

Ketika istirahat Min-Wook mencari ponsel Ryeowook di perpustakaan. Ryeowook hanya menggeleng begitu mendengar pertanyaan Sungmin. Tadi pagi ia memang sempat mampir ke perpustakaan untuk meminjam buku Biologi.

"Kurasa ponselmu ketinggalan di rumah."'

Kata Sungmin yang hampir menyerah setelah membongkar rak buku IPA dan ia tak juga menemukan ponsel itu. Ryeowook lagi-lagi hanya menggeleng.

"Aku rasa aku tak mengeluarkannya dari tasku. ."

"Hmm kalau begitu, apakah tadi malam saat kau membawa tas putihmu ini saat bertemu dengan Soo Man-ssi?"

tanya Sungmin yang lebih cerdas dari Ryeowook. Ternyata pria yang mengajak makan malan Ryeowook kemarin malam adalah Lee Soo Man.

"I-iya. ."

"Terus saat kau bangun, kau berada dimana?"

"Di—kamarku. .?"

"Siapa yang membawamu pulang? Apa ummamu tak memberitahumu apapun?"

"Beliau hanya bilang aku pingsan di depan restoran dan aku diantarkan oleh seorang pria. ."

"Waaah babo sekali kau, Ryeowook! Kalau begitu kita tanyakan pada umma-mu saja!"

Sungmin yang kesal langsung menarik tangan Ryeowook untuk segera keluar dari perpustakaan. Namun tiba-tiba Ryeowook melihat sesuatu.

"P-ponsel. ."

"Iya aku tahu, kita tanyakan dulu pada umma-mu!"

"B-bukan Sungmin-ah, maksudku itu— ponselku di meja itu. ."

Sungmin menghentikan langkahnya. Ia berbalik arah dan menatap ke arah yang ditunjuk Ryeowook. Sebuah ponsel berwarna biru muda. Persis seperti milik Ryeowook. Setelah diteliti lagi, memang benar, itu ponsel Ryeowook.

"Bagaimana bisa? Aku tadi sudah mencarinya di meja itu!"

Kata Sungmin yang histeris melihat keberadaan ponsel itu. Padahal dia yakin betul kalau dia sangat teliti dalam mencari sesuatu.

"A-aku tak tahu, sepertinya ada orang yang menemukannya. ."

"Dan orang itu pasti bertemu denganmu tadi malam!"

"Engh, mungkin. ."

Kata Ryeowook yang mengangkat kedua bahunya lalu mengambil ponselnya dan mengajak Sungmin pergi. Ia sebenarnya penasaran dengan orang yang tiba-tiba meletakkan ponselnya di atas meja perpustakaan ketika ia ada disana. Seharusnya orang itu ada di sekitar sini 'kan? Dan dia pasti murid di sekolah ini.
.
-x-
.
(di rumah Ryeowook)

"Halo?"

Pukul 12 malam. Terdengar suara seorang namja di sebrang telpon yang kini sedang diangkat Ryeowook. Yeoja yang sedang mengantuk itu terkaget, karena ia sedang mendengar suara mengingatkannya pada sesuatu.

"Halo. Kim Ryeowook 'kan?"

Tanyanya. Ryeowook hanya menjawab 'ya' dengan pelan. Namja itu tertawa.

"K-kau siapa?"

Tanyanya dengan takut. Ia tak mengenal nomor si penelpon. Ia mengangkat telpon dengan mata terpejam karena ia pikir yang menelpon adalah Sungmin.

"Aku orang yang membawamu ke rumah kemarin malam."

DEG. Jantung Ryeowook berdegup kencang. Mengantarnya? Kemarin malam? Jangan-jangan benar kalau namja ini. .

"Kemarin aku mencoba membangunkanmu karena kulihat kau pingsan setelah berteriak minta tolong. Karena kulihat kartu pelajar di ransel depanmu, maka kuputuskan untuk mendatangi alamat rumahmu."

Katanya dengan jelas. Ryeowook mengangguk mengerti. Yeoja manis itu ingin sekali mengucapkan terima kasihnya kepada namja yang menolongnya ini, namun ia teringat sesuatu.

"Tapi, bagaimana kau bisa tahu nomor teleponku?"

"Oh, itu. Aku meminjam ponselmu untuk menelpon taksi karena saat itu aku nggak bawa ponsel. Nah, masalahnya, malam itu aku panik banget jadi lupa ngembaliin ponselmu. Mian ya."

Kata namja itu dengan sopan. Ryeowook tersenyum atas perkataan sang namja.

"Enggak apa. Aku berterima kasih atas kebaikanmu."

Senyumnya semakin merekah karena terdengar suara tawa pelan dari sebrang.

"Ngomong-ngomong kamu gak tanya nih kenapa ponselmu bisa sampai di meja perpus?"
Kata sang namja dengan enteng. Ryeowook langsung terkaget dan baru menyadari hal itu.

"A-aku. ."

"Tenang saja, aku akan menemuimu secepatnya. Kau akan mengenalku."

DEG. Lagi-lagi jantung Ryeowook berdegup kencang. Kata-kata namja ini mambuatnya merasa 'berbeda'. Ia belum pernah merasakan perasaan aneh seperti ini. .

"Oh ya, namaku Jongwoon. Senang bisa melihat dan mendengar suaramu. Annyeong, Ryeowook ah."
Ditutupnya pembicaraan itu. Ryeowook yang sedari tadi merasakan wajahnya memanas hanya terdiam, tak mengerti dengan keadaan rumit yang sedang menyelimutinya. Namun satu hal yang ia pastikan, bahwa kini dirinya sedang mengalami sesuatu. .

Jatuh cinta.

-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-

TBC ^^

-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-

More YeWook ff! ^o^ author sengaja nggak bikin humor, soalnya author lagi pengen nyoba menulis cerita yang agak serius ^^

Apa readers suka? :D
Ceritanya pasti ngebosenin TT-TT jeongmal mianheyo yaa. . xC

Jangan Lupa Tinggalkan Like + Comentnya 

Seperti biasa kalau tidak author bakalan UNTAG
~Gomawo~

Apa readers pengen next chapternya. .?

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

♥KOREAN CHINGU (한국 친구)♥ © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor