Lipsum Text Widget

Kamis, 17 November 2011

≈Of Course I Love U-Chapter Seven-{Yewook}≈

Diposkan oleh layla3103 di jakarta 13.09.00
Reaksi: 
Terkadang cinta itu susah di tebak atau bahkan terlalu menyakitkan untuk di ketahui. Banyak orang menyalahkan cinta yang mereka rasa di dalam keegoisan, kehampaan dan keserakahan. Tetapi percayalah, sesungguhnya cinta sejati ada. Dia akan selalu ada
Menunggu di temukan oleh sepasang manusia yang memang sudah terikat takdir dari awal mula
~0~
8 TAHUN YANG LALU
Sosok dua remaja perempuan sedang bersenda gurau sedang berjalan menuju kedai sekaligus tempat tinggal mereka. Yang satu terlihat menggebu gebu—semangatnya berkorbar mendominasi obrolan di bandingkan gadis yang lain. Gadis ini hanya tersenyum sesekali dan memberikan masukan kepada saudaranya
“Ryeowook? Kau sudah pulang?” tanya Yesung dari seberang. Ryeowook dan saudaranya menoleh dengan cepat,

“Iya…mari” sahut Ryeowook sopan. Perempuan yang satu malah masih berdiri menatap sosok Yesung dari jauh,

“Myura! Ayo masuk!” titah Ryeowook tegas,

“sebentar Onnie..aku masih mau melihat Yesung..aih…dia semakin tampan” bisik adiknya kencang. Yesung yang merasa namanya di sebut, tersenyum lalu melambaikan tangan—kedua gadis ini tidak tahu, Yesung tersenyum hanya untuk seseorang..seseorang yang begitu ia cintai dari dulu
Ryeowook langsung berganti baju dan membantu kedua orang tuanya di kedai sedangkan Myura—adik Ryeowook malah malas malasan dan berbaring di kamar,

“aku capek Onnie…” Myura beralasan—Ryeowook yang tahu watak Myura hanya bisa menyerah dan turun ke bawah. Ibunya sedang membantu ayah menyiapkan hidangan sedangkan Ryeowook membereskan semua piring kotor dari atas meja.

Ryeowook tidak sadar jika dari kejauhan Yesung begitu kagum kepada Ryeowook, dia tersenyum manis secara spontan setiap kali melihat wanita yang ia sayangi begitu giat bekerja
“Wookie..Yesung melihatmu lagi tuh” goda sang Ibu sambil menunjuk ke depan. Menyadari itu Yesung gelagapan dan hampir memecahkan piring. Namun dengan cepat ia menangkapnya sebelum menyentuh lantai. Kemudian Yesung berlalu ke belakang terburu buru—malu karena tertangkap basah oleh ibu Ryeowook.
Ryeowook dan Ummanya hanya bisa tertawa. Wajah Ryeowook bersemu merah, ternyata perasaan yang selama ini dia rasakan tidaklah bertepuk sebelah tangan. Kalau pernyataan ibunya benar, berarti Yesung juga memiliki perasaan yang sama.
Semenjak kejadian itu, Yesung memberanikan diri untuk mampir dan mulai mendekati Ryeowook perlahan. Meskipun bermodal nekat, Yesung yakin jika niat baiknya akan bisa di terima oleh keluarga Ryeowook
“Ha? Menikah?!” pekik seluruh keluarga Ryeowook mendengar maksud kedatangan Yesung malam hari dengan berpakaian rapi seraya membawa bingkisan khusus yang biasa di serahkan kepada calon mertua
Yesung duduk tegap dan mengangguk yakin,

“mungkin Adjuhsi dan Adjumma kaget dengan permintaanku ini, tetapi….aku tinggal sebatang kara..Umma dan Appa sudah lama tiada..aku tidak punya siapa siapa lagi” Yesung sedikit menarik nafas sesak jika mengingat kedua orangtuanya yang sudah tiada,

“ janjiku kepada mereka adalah mencari calon pendamping secepatnya..dan aku yakin Ryeowook orang yang tepat” tatapan Yesung amat berbeda ketika berpandangan dengan Ryeowook, bodoh sekali jika Ryeowook tidak sadar akan hal itu
Myura yang pertama kali angkat bicara, “tetapi…” ia kelihatan tidak setuju dengan permintaan Yesung,

“Onnie baru 17 tahun!! Kami bahkan belum lulus SMU” tolak Myura terang terangan
Appanya yang tidak enak langsung membantah ucapan Myura,

“Jangan berbicara tidak sopan!” matanya beralih ke pada Yesung, “Maafkan anak ini…tapi mungkin ada benarnya, Kau juga baru lulus SMA bukan? Bagaimana kalau kalian tunangan terlebih dahulu, menunggu Ryeowook lulus baru menikah” usul Appa Ryeowook
Yesung menunduk hormat, “jika itu yang terbaik, aku setuju” jawabnya resmi namun matanya selalu kembali menatap sosok Ryeowook yang hanya bisa menunduk malu
Prosesi tunangan amat sederhana. Yesung memberikan cincin milik almarhum ibunya kepada Wookie lalu berbincang bincang sedikit. Ryeowook di didik untuk menjadi anak penurut dan pendiam, dia hanya setuju semua perkataan kedua orangtuanya yang sedang membicarakan tanggal pernikahan dengan Yesung
Walaupun dari dalam lubuk hati, Ryeowook senang jika dia bisa menikah dengan orang yang dia cintai
Hanya satu wajah—Myura berdiam diri. Hatinya terbakar ketika menyaksikan Yesung sekarang malah melamar kakak perempuannya
Bukan dia
“Aku lebih mencintaimu” bisik Myura pelan sambil menundukkan kepala
Semenjak kejadian itu, Myura menjadi pemurung. Dia tidak bersemangat pergi ke sekolah dan selalu menghindar jika Yesung mampir ke rumah untuk bertemu dengan Ryeowook. Walaupun kedua orangtuanya sudah membujuk dengan berbagai cara namun tetap saja Myura bersikeras menolak semua perhatian mereka, bahkan dia sudah tidak mau berbicara lagi dengan Ryeowook
Suara tangisan Myura sering terdengar di malam hari, Ryeowook hanya bisa berdiam diri dan ikut menangis, dia bukan tidak tahu mengapa sikap Myura berubah. Ya, Ryeowook tahu alasan di balik semua ini…tetapi Ryeowook ingin egois. Sepanjang hidupnya, Ryeowook selalu mengalah, membiarkan Myura menjadi tuan putri di rumah, tidak pernah mau membantu di kedai dan selalu bersikap manja kepada setiap orang. Bagi Ryeowook itu tidak masalah—dia tidak iri atau cemburu, tetapi ketika hadir Yesung di tengah tengah mereka, Ryewook ingin sekali memiliki lelaki itu sebagai seseorang tempatnya bergantung hingga tua nanti
Dan Tuhan mengabulkan permintaan Ryeowook
Yesung memang untuknya
Ryeowook memeluk bantal lalu bersembunyi di balik selimut, “Mianhe Myura…aku juga mencintainya” bisik Ryeowook pelan—amat sangat pelan
***
“Kau mengantuk?” selidik Yesung ketika Ryeowook melamun saat dia mengajak berbicara.

Ryeowook langsung menggeleng, “tidak..aku hanya…bingung”
“Bingung? Bingung kenapa?” tanya Yesung"
Semenjak mereka bertunangan, Yesung selalu menyempatkan diri menjemput Ryeowook pulang sekolah tentu tanpa Myura, karena hubungan kakak adik itu agak renggang. Bahkan sudah lama Ryeowook tidak berbicara langsung dengan Myura, untung kedua orang tua mereka mengira jika Ryeowook sedang sibuk menyiapkan ujian akhir
“Kenapa kau menyukaiku?” inilah pertanyaan yang membuat Ryeowook penasaran hingga sekarang. Myura jelas jelas lebih cantik, bersemangat dan ceria ketimbang dirinya yang pendiam. Masih misteri untuk Ryeowook mengapa Yesung malah memilihnya
Yesung tersenyum sekilas lalu menggenggam tangan Ryeowook, “aku menyukaimu karena aku menyukaimu, tidak ada alasan untuk mencintai seseorang” Yesung memainkan jari Ryeowook di dalam genggamannya,

“lagipula kau sedang sibuk kan? sebaiknya persiapkan ujian dengan baik, jangan berpikir sesuatu yang tidak penting” kata Yesung seraya mengacak acak rambut Ryeowook sayang. Inilah yang disukai Ryeowook, Yesung amat dewasa dalam menjalin hubungan, pantas saja kedua orang tua Ryeowook langsung setuju menjadikan Yesung sebagai menantu
Keduanya sampai di depan toko Ryeowook yang sudah tutup karena malam hari. Yesung memainkan tautan tangan mereka lalu menatap Ryeowook lama, “salam untuk Adjushi dan Adjumma” pesan Yesung, Ryeowook mengangguk paham
“dan..hei tunggu” panggil Yesung ulang ketika Ryeowook sudah mau masuk ke dalam ruko. Yesung mendekat dan merunduk sedikit. Ia mencium Ryeowook lembut
Meskipun Ryeowook terkejut namun akhirnya dia memenjamkan mata dan membiarkan Yesung menciumnya
Mereka berdua tidak tahu jika dari atas balkon ada seseorang yang melihat dengan penuh kebencian. Myura membanting kaca jendela, masuk ke dalam kamar lalu menangis lagi
Myura mengambil buku diary di atas meja belajar dan mulai menumpahkan semua perasaan yang menghimpitnya
…….
Beberapa hari kemudian
Hubungan Yesung dan Ryeowook berjalan mulus, meskipun Myura makin sulit di jangkau. Myura sengaja memilih untuk berdiam diri ketika mereka hadir di upacara kelulusan Ryeowook. Sedangkan Yesung begitu bergembira, bahkan dia sudah menyiapkan sebuah hadiah untuk Ryeowook"
“Selamat” ucap Yesung tulus setelah kedua orang tua Ryeowook menyambut putrinya dari atas pendopo. Ryeowook tersenyum manis namun senyumnya terhenti melihat Myura malah semakin terasingi di sini dan itu membuat rasa bersalah Ryeowook makin besar
“Sebentar” Ryeowook meninggalkan Yesung dan berjalan ke meja di mana Myura sedang sendirian, “Myura” bisik Ryeowook pelan
“Onnie” kata Myura dingin, “selamat” hanya satu kata—sudah berapa lama mereka tidak berbicara. Sekarang Ryeowook seperti tidak mengenal adik kandungnya sendiri
Karena rindu, Ryeowook memeluk tubuh Myura erat, “maaf” ucap Ryeowook sedih. Myura hanya terkaget kaget dan membiarkan tindakan Ryeowook,

“untuk apa?” balas Myura masih dengan nada tidak peduli
“Maaf aku dan Yesung menyakitimu…maaf…maaf karena aku egois sebagai kakak dan saudara…aku…aku” Ryeowook membenamkan wajah di pundak Myura—menumpahkan segala yang ia rasakan,

“aku juga mencintainya” balas Ryeowook lemah, “aku begitu mencintainya hingga mengorbankan perasaanmu”
Topeng acuh Myura runtuh, tanpa terasa bulir bulir air mata menghangat di wajahnya. Myura membalas pelukan Ryeowook, “Onnie…aku..aku…”
“kalian kenapa?” tanya Yesung yang menghampiri mereka berdua, wajah Yesung terlihat bingung karena kedua kakak adik ini malah menangis
“tidak apa apa” jawab Myura. Ryeowook melepaskan pelukannya dan menatap Myura dengan kesedihan dan perasaan bersalah yang amat dalam
Yesung menaikkan alis, namun ia memutuskan tidak mau ikut campur, “yuk kita pulang, Adjushi sudah menunggu” Yesung meraih Ryeowook dalam pelukannya dan membiarkan Myura berjalan di belakang mereka
Yesung tidak tahu, jika tindakannya telah menyakiti Myura….. sekali lagi….
Waktu malam, Ryeowook tidak bisa tidur. Dia belum mendapatkan jawaban dari Myura, tetapi jika melihat sikap Myura barusan, Ryeowook makin ragu jika sudah di maafkan.
“Kenapa aku jadi jahat begini?” bisik Ryeowook menyalahkan diri sendiri
Ryeowook menggeliat penuh gelisah tidak bisa tidur. Ia memikirkan banyak hal dalam satu waktu, Yesung, Myura dan pernikahan. Betapa semua masalah selalu datang pada saat yang tidak tepat. Ryeowook makin sulit terlelap ketika mencium bau hangus dari belakang
Ryeowook terbelalak, asap tebal masuk dari sela sela pintu dan dalam hitungan dekat memenuhi kamarnya.
“Ini?!” Ryeowook membuka pintu kamar,

Kobaran api merah raksasa sudah merambat hingga ke atas. Bahkan Ryewook tidak bisa melihat apa apa kecuali api yang semakin memakan semua perabotan di dalam rumah. Karena panik Ryeowook malah mundur dan mengunci diri di dalam kamar, berusaha menghalau agar api tidak masuk dan membakar dirinya
“Appa…Umma!!!!! Myura!!!” teriak Ryeowook kencang, pikiran paling buruk terlintas di otaknya,

“Tuhan…..ya Tuhan…..tolong aku” bisik Ryeowook sambil merapatkan diri ke dinding
Dia tidak peduli jika suara ramai mendengung dari kejauhan, yang Ryeowook ingin tahu bagaimana keadaan anggota keluarga yang lain, “Appa..Umma..hiks…Myura” bisiknya berulang kali
BRAKKK
Pintu kamar Ryeowook di dobrak. Yesung yang menerobos masuk meraih tubuh Ryeowook dan menggendongnya keluar dari ruangan
“Yesung?” lirih Ryeowook pelan, tubuh Yesung yang basah dengan air membuat baju Ryeowook sedikit lembab,

“tutupi rambutmu,…kita akan selamat” janji Yesung. Ia menunduk seraya melindungi tubuh Ryeowook dan berlari kecil melewati tangga. Api berhasil menjilat lengan kanan Yesung namun tidak sampai membakar. Beberapa kali Yesung meringis kesakitan terkena api tetapi kedua kakinya tetap melaju kencang menuju lapangan terbuka di luar
“Dia baik baik saja?” tanya sosok asing—mungkin dokter karena Ryeowook melihat pakaian jas putih yang di kenakan
Yesung mengangguk sambil menyerahkan Ryeowook untuk di obati dan di periksa lebih lanjut, “bagaimana yang lain?” tanya Yesung
“Mereka tidak selamat” jawab salah satu petugas kebakaran
“Apa?!” Ryeowook terbangun, ia menatap kilatan cahaya merah jingga yang membumbung tinggi—melahap rumah Ryeowook
“Dimana mereka?” tanya Ryeowook sambil menarik baju Yesung, “mana Appa, Umma dan Myura!!!!” pekiknya sambil menangis
Yesung hanya bisa diam sama seperti semua orang yang berkumpul di sana. Ryeowook sudah tahu jawabannya. Ia tertunduk dan menutup kedua wajah menggunakan tangannya
Tiba tiba Ryeowook berdiri dan maju ke arah rumah tanpa berpikir panjang. Melihat itu Yesung dan beberapa orang berhasil menghentikan langkah Ryeowook, “LEPAS!! Kubilang lepaskan!!!” Ryeowook meronta ronta dalam pelukan Yesung,

“Kau?! Kenapa menyelamatkan aku?!! Seharusnya kau menyelamatkan yang lain!!” tuduh Ryeowook mencari tempat pelampiasan
Yesung hanya bisa tertunduk dalam diam dan saat ia mendongak ada kenyataan pahit yang harus di terima Ryeowook, “aku juga ingin…tetapi tubuh mereka telah….

” Yesung menoleh ke arah tiga plastik putih yang tergeletak di tanah,

“mereka belum menemukan jasadmu makanya aku nekat menerobos ke dalam..karena aku yakin kau masih hidup” bisik Yesung pelan
Air mata Ryeowook tumpah, ia tidak bisa berpikir apa apa lagi. Ryeowook menghampiri tubuh tubuh orang yang ia cintai terbujur kaku, “Aku bahkan belum sempat berbaikan dengan Myura” isak Ryewook menyesal
“Hiks….hiks…aku….” Ryeowook membenamkan wajahnya ke tanah—tubuhnya bergetar, semua emosi yang dia rasakan menumpuk menjadi satu
Ini mimpi buruk yang tak berujung untuk Ryeowook
Ryeowook mengelus tubuh kedua orangtuanya dan Myura bergantian, berkali kali hanya ada kata maaf yang terucap
Ryeowook benar benar kehilangan pegangan sekarang
Hidupnya berakhir
___
“Apa?” tanya Yesung tidak yakin
Ryeowook mengangguk tegas, “aku membatalkan pertunangan kita” ucapnya dengan nada datar.
“Aku…” Yesung menggeleng heran, “kenapa? Apa karena kematian semua keluargamu? Wookie..kau hanya punya aku sekarang” Yesung meraih kedua tangan Ryeowook ke dalam tangannya, “biarkan aku menjagamu” bujuknya
Ryewook menghindar, ia melepaskan cincin tunangan mereka dan meletakkan di atas meja, “aku mencintaimu..tetapi gara gara itu Myura membenciku…dia tidak pernah berbicara denganku dan hingga akhir hayatnya..” Ryeowook terdiam sejenak—air mata yang dari seminggu yang lalu tak kunjung hilang,

“dia belum memaafkanku…” Ryeowook berbalik hendak meninggalkan Yesung namun terhenti ketika mendengar suara teriakan Yesung
“Aku mencintaimu!! Kumohon!!” wajah Yesung memancarkan kesedihan yang mata dalam, “aku juga kehilangan mereka…dan sekarang aku hanya memilikmu” bujuk Yesung sekali lagi tetapi kesedihan dan rasa bersalah Ryeowook tidak tergantikan.

Dengan terpaksa Ryeowook mengucapkan kalimat yang ia sendiri sakit ketika harus mengucapkanya, “Aku membencimu”
Yesung diam
“Aku membencimu, jangan pernah datang lagi ke hadapanku atau ke hidupku” bisik Ryeowook menjauh
~0~
Semenjak kejadian itu Ryeowook dan Yesung menjauh, memang mereka sering kali bertengkar dan mengatakan benci satu sama lain. Tetapi ada kisah di balik itu semua, kisah yang hingga kini di tutup rapat rapat karena Ryeowook dan Yesung tahu, kisah itu tidak akan pernah terulang kembali
Berkat asuransi kejiwaan dan asuransi bangunan, Ryeowook bisa membangun kembali usaha keluarganya turun temurun. Ia bekerja keras seorang diri, Ryeowook juga lah yang belajar memasak seenak buatan ibunya—agar semua pelanggan kembali
Tidak sia sia..hanya dalam 2 tahun, usaha Ryeowook maju pesat dan bersaing dengan toko Yesung. Meskipun Ryeowook sudah memaafkan Yesung namun hingga kini Ryeowook tidak bisa memaafkan dirinya sendiri
Mungkin hingga selamanya Ryeowook akan terus mengutuki diri karena perasaan cintanya kepada Yesung tidak pernah berubah…walau bayangan Myura selalu menghantui pikiran Ryeowook
“Ryeowook” panggil Yesung dari dekat. Ryeowook mengerjap lalu melirik tanpa minat, “ada apa?”
“Mungkin sebaiknya kau menginap di tempat Heechul..aku takut lelaki itu datang lagi” kata Yesung benar benar khawatir
Ryeowook benar benar merindukan sosok Yesung—kenapa sudah delapan tahun berlalu tetapi sikap Yesung masih sama seperti waktu mereka bertunangan, apakah mungkin Yesung juga? Aishh itu tidak mungkin, pikir Ryeowook
“Ryeowook?” panggil Yesung ulang saat menyadari Ryeowook malah melamun, “kau tidak berubah…dari dulu bengong terus” dengus Yesung
“Ya! Jangan mulai pertengkaran! Aku tidak apa apa! Aku bisa sendiri” tolak Ryeowook seraya berjalan masuk ke dalam untuk menutup kedai karena hari sudah mulai gelap. Yesung yang tahu jika Ryeowook sulit di bujuk—mengalah. Ia keluar dari halaman Ryeowook dan berjalan pelan ke arah seberang
Walaupun berkata begitu, Ryeowook langsung waspada. Ia sudah mengganti kunci gembok untuk pagar dan pintu kamar. Setelah itu Ryeowook baru bisa tenang dan mulai pergi mandi. Air di pancuran mengucur deras, Ryeowook melepas semua pakaian dan mulai merasa segar ketika air membasahi seluruh tubuh. Ryeowook asyik membasuh rambut ketika sebuah tangan asing menyentuh pundaknya
“kau…” bisik lelaki—lelaki yang sama persis seperti kemarin malam. Lelaki maniak yang mengincar Ryeowook.
Suara Ryeowook hilang ketika menyadari lelaki ini benar benar berbahaya—Ryeowook harusnya menuruti nasihat Yesung tadi. Sekarang, bisa saja Ryeowook di lecehkan oleh lelaki mesum ini, bibir Ryeowook membeku dingin—tidak bisa berkata apa apa
“sayang” kata lelaki maniak itu
“to…tolong..aku” bisik Ryeowook pelan—berharap jika Yesung datang untuk menolong meski kedengaran mustahil, “kenapa kau selalu ketakutan sayangku” bujuk lelaki itu yang membuat Ryeowook semakin jijik
Dia sudah bersiap untuk menyentuh bagian tubuh Ryeowook yang lain ketika sosok Yesung datang dan menangkap tangan lelaki itu dari belakang. Yesung menyeret lelaki itu keluar dan sekejap suara baku hantam terdengar jelas dari balik pintu kamar mandi. Ryeowook menggunakan kesempatan untuk memakai baju kembali dan memberanikan diri ke ruang tengah—tempat Yesung berkelahi
Nafas Yesung memang terengah engah namun lelaki tinggi besar itu bahkan tidak sanggup membalas pukulan Yesung sama sekali, “Wookie telepon polisi” perintah Yesung
Dengan cepat Ryeowook menurut dan memencet beberapa nomor dari dalam kamar, “halo? Pak…”
……
“aku kan sudah berapa kali bilang hati hati! Apa susahnya tidur di tempat Heechul untuk sementara, kau tahu tidak aku semalaman berada di luar pagar hanya memastikan kau tidak apa apa?! Sudah tahu orang maniak seperti itu akan menggunakan berbagai cara supaya bisa masuk?!” bentak Yesung bertubi tubi ketika urusan mereka dengan polisi sudah beres
Ryeowook hanya bisa tertunduk dalam diam, kali ini tidak ada gunanya membantah Yesung—semua perkataan Yesung memang masuk akal, “maaf” bisik Ryeowook
“Aku tidak butuh permintaan maafmu! Aku cuma mau kau berjanji menjaga diri sebaik mungkin! karena aku tidak mungkin bisa menjagamu terus menerus” Yesung memalingkan wajah dari Ryeowook—sekarang dia malah menatap langit malam dengan hampa
“Yesung…”
Yesung berjalan ke pertengahan jalan—matanya terus menatap langit sambil berkata, “aku mencintaimu…bahkan sudah bertahun tahun berlalu, aku berharap bisa melupakanmu tetapi….kenapa rasa itu semakin kuat” wajah Yesung menunduk lalu menatap Ryeowook, “selamat malam” bisiknya untuk terakhir kali
____
Akibat ucapan Yesung semalam, Ryeowook semakin sulit berkonsentrasi. Semua memori mereka berdua memutar kembali di dalam kepala Ryeowook sebagai ingatan yang indah. Seakan akan ingin mengatakan betapa ia juga merindukan sosok Yesung dari jauh
“tidak! Itu tidak boleh!” kata Ryeowook menyangkal perasaannya sendiri. Ia menepuk nepuk kedua pipi hingga tidak sadar jika ada seseorang yang melihat tingkah Ryeowook dari tadi
“memang apa yang salah dengan mencintai orang lain?” tanya Sungmin dengan tenang ketika hendak pergi membeli sesuatu di kedai Ryeowook
Ryeowook otomatis berhenti kemudian melayangkan pandangan bertanya ke arah Sungmin, “kau…..tahu darimana?” tanyanya tidak percaya
Sungmin duduk di salah satu kursi dan malah memesan ramen rasa octopus pada Ryeowook yang bingung namun akhirnya memilih untuk membuatkan pesanan Sungmin terlebih dahulu, “aku minta di bungkus” pinta Sungmin lagi
Tak lama kemudian Ryeowook selesai membungkuskan pesanan Sungmin lalu menaruhnya di atas meja, “ini” ucap Sungmin menyerahkan uang dan beranjak bangkit berdiri
“Ah…tadinya aku tidak mau ikut campur tetapi” Sungmin kembali ke arah Ryeowook dan menatap kedua mata Ryeowook tajam, “kenapa kau menyiksa diri sendiri, dia mencintaimu kaupun mencintainya…karena kesalahan yang tidak berarti kau tidak mau menerima dia kembali?” tanya Sungmin terus terang.

Spontan semua perkataan Sungmin membuat Ryeowook terlonjak, “darimana kau tahu??” suaranya menghilang ketika mengucapkan kata terakhir
Ryeowook yakin jika masalah ini tertutup rapat bahkan Heechul saja tidak tahu sedetail ini
“tidak penting aku tahu darimana? Jawab pertanyaanku, kenapa kau membatasi diri sendiri, seperti orang bodoh” Sungmin mendelik seakan akan mengajari murid SD agar tidak nakal. Jelas saja Ryeowook marah di hakimi seperti itu,

“Kau?! Kau tidak tahu apa apa?! Gara gara kami, Myura membenciku hingga akhir hidupnya” Luka hati Ryeowook kembali terbuka lebar—menyeruak dan menyayat perasaan yang sudah ia kubur dalam dalam
Mimik wajah Sungmin tidak berubah, dia malah sibuk memainkan bungkusan ramen di tangan,

“Kau tidak tahu apa apa, sudah ku duga…Adikmu tidak pernah membencimu, bagaimana dia bisa membenci dua orang yang dia cintai pada saat bersamaan” kali ini Sungmin berbalik menuju ke kedai Kangin
“APA MAKSUDMU?!” Teriak Ryeowook putus asa—ia sendiri bingung kenapa bisa begitu percaya dengan ucapan seorang yeoja asing yang namanya saja Ryeowook tidak tahu
“Kau tahu, adikmu rajin sekali menulis diary…baca diary miliknya di laci meja yang tidak terbakar ketika kecelakaan itu terjadi” Sungmin mendelik ke arah belakang, “kau akan mengerti maksudku” kata Sungmin terakhir kali dan menghilang dari pandangan Ryeowook
Segera saja Ryeowook berlari ke atas—masuk ke dalam kamar Myura yang telah di renovasi. Ryeowook memang sengaja tidak mengubah tata letak rumah agar bayangannya tentang keluarga tidak akan pernah hilang
Kamar Myura sama seperti awal mula sebelum kebakaran itu terjadi, yang membedakan hanya beberapa perabotan baru seperti tempat tidur dan gantungan jaket kesayangan Myura
Ryeowook merogoh laci meja Myura hati hati. Buku buku pelajaran dan beberapa karya tulis tertata rapi di sana namun tangan Ryeowook langsung mengambil sebuah buku lusuh yang bertuliskan My Journey
“Ini pasti buku Myura” bisik Ryeowook saat mulai membaca satu persatu
12 Juli
Aku melihat Yesung!!! Kyaa, senyumnya begitu manis…aishhhh apakah aku bermimpi jika dia memberikan senyumnya hanya kepadaku?
13 Juli
Yesung menyapa Ryeowook Onnie, kenapa hanya dia? Untuk aku mana?!!!! Ah mungkin dia malu malu menyapa wanita secantik diriku
Ryeowook mulai menangis ketika sadar jika terlalu awal Myura sakit hati terhadap mereka berdua
14 Juli
Yesung melamar Ryeowook
Aku patah hati
Tidak ada kata kata lain. Namun Ryeowook tahu betapa penulisan tiga kalimat teratas penuh dengan emosi
Berlembar lembar halaman kosong, Myura tidak menulis kembali. Namun dua minggu setelah tanggal pertunangan Ryeowook, Myura kembali menulis
28 Juli
Aku lebih mencintai dia!! Aku yakin itu! Tapi kenapa Onnie yang Yesung pilih?! Aku benar benar terluka saat melihat mereka berciuman dari arah balkon,
Hidup terlalu tidak adil terhadapku
“Ya tuhan…” isak Ryeowook tertahan
3 Agustus
Hari ini Ryeowook Onnie meminta maaf kepadaku…
Aku tidak menyangka betapa aku jahat sekali terhadapnya, mendiamkannya, tidak ikut berbahagia dengannya…adik macam apa aku ini???
Aku terlalu egois!! Ryeowook Onnie selalu mengalah kepadaku dan itu terjadi seumur hidupnya…namun untuk saat ini tidak
Ia tidak bisa berbagi Yesung untukku
Aku baru sadar ketika melihat Ryeowook Onnie menangis, pasti menyakitkan melihat adikmu menjauh dan malah membenci secara terang terangan
Tetapi sekarang tidak!
Aku terlalu mencintai kakak perempuanku…..dia lebih berharga jika di bandingkan Yesung, lagipula aku bisa mencari lelaki jauh lebih tampan daripada Yesung hahahhaha
Ah, besok pagi aku harus meminta maaf kepada Ryeowook Onnie…moga moga dia mau yah hehehhe…
Dan aku harap bisa mendapatkan cinta seperti yang di miliki Yesung dan Ryeowook—cinta sejati
Onnie….mianhe….saranghae
Ryeowook menutup buku diary Myura sambil menahan suara tangisan dari arah mulutnya. Dia tidak menyangka jika Myura sudah memaafkan semua perbuatan Ryeowook. Jika saja kebakaran itu tidak terjadi—mungkin sekarang dia bisa melihat Myura tersenyum tulus merestui hubungan Ryeowook dan Yesung
Dan mungkin tidak butuh waktu selama 8 tahun untuk tahu kebenaran cerita ini. Ryeowook membaca barisan kalimat terakhir berulang kali, berusaha meyakinkan diri untuk melepaskan semua rasa bersalah yang menghimpitnya selama ini
“Aku juga mencintaimu Myura” bisik Ryeowook terharu
Ryeowook kemudian turun dari tangga sambil membawa buku diary Myura dan pergi ke depan kedai, Ryeowook dapat melihat Yesung sibuk melayani pelanggannya satu persatu—wajah Ryeowook semakin berseri seri, ia menarik nafas panjang lalu
“YESUNG I LOVE U” teriakan Ryeowook di siang hari terang saja membuat beberapa pejalan kaki, pelanggan Yesung menengok ke arahnya
Bahkan Kangin beserta Kyuhyun dan Sungmin keluar dari dalam untuk melihat keributan yang di buat oleh Ryeowook. Tidak ketinggalan Heechul terbengong bengong masih memegang gunting besar ketika melangkah ke bahu jalan
PRANG
Piring yang di pegang Yesung jatuh otomatis ke lantai karena pikiran Yesung kosong saat mendengar Ryeowook berteriak. Ia mengerjap beberapa kali ketika yakin Ryeowook tidak bercanda Yesung maju dan berdiri tepat di depan Ryeowook
“Kau serius?” tanyanya tidak percaya
Ryeowook menarik tangan Yesung di atas dada, “aku mencintaimu, ternyata Myura telah mengijinkanku untuk memilikimu…” bisiknya masih terisak kecil
Yesung menggenggam tangan Ryeowook dengan rindu—mereka tidak peduli jika sekarang menjadi tontonan orang banyak
“Aku juga mencintaimu” Yesung memeluk tubuh Ryeowook dan merasakan tubuh orang yang ia sayangi kembali, “aku mencintaimu” ulang Yesung berkali kali
Sungmin tersenyum tulus ketika melihat buah hasil perbuatan kali ini berujung indah. “Kenapa kau tersenyum sendiri? Gila?” sindir Kyuhyun yang berdiri di samping Sungmin
Sungmin berhenti tersenyum lalu melayangkan pandangan jengkel ke arah Kyuhyun, “itu bukan urusanmu dan jangan memanggilku lagi” Sungmin masuk ke dalam kedai, meninggalkan Kyuhyun yang baru saja mau membantah semua perkataannya
Kangin menggeleng dengan lelah, “kapan mereka berdua bisa akur” ucapnya, Heechul malahan menyeringai penuh arti ke arah Kyumin, ia berjalan menghampiri Kangin, “biarkan saja, anak muda ini” sanggahnya
Kangin menoleh dan mendapati senyum manis Heechul, ia pun ikut tersenyum, “mau mampir? Ada ekstra kue untuk Dewi Venus” kata Kangin sambil membukakan pintu kedai kopi, Heechul masuk bak putri lalu duduk di kursi tidak jauh dari tempat duduk seorang namja yang melihat mereka tajam
Lambat laun orang orang yang menonton Yewook pergi dan membiarkan pasangan ini memiliki jalan ini hanya berdua
“Aku tahu kenapa nama jalan ini te amo” bisik Yesung masih belum melepaskan pelukannya, “kenapa?” tanya Ryeowook dari balik punggung. Yesung merenggangkan pelukan lalu menatap wajah Ryeowook dalam dalam, “karena te amo itu berarti aku mencintaimu” bisiknya seraya mengelus wajah Ryeowook
“aku pun mencintaimu” balas Ryeowook sambil menarik Yesung untuk masuk ke dalam kedainya. Mereka berdua menghabiskan banyak waktu untuk berbincang bincang dan membicarakan semua yang sudah terlewatkan selama 8 tahun
8 tahun
Waktu yang tidak sebentar untuk membuktikan cinta sejati bukan?
8 tahun cukup membuktikan betapa setia Yesung terhadap Ryeowook, betapa Ryeowook memegang teguh janjinya terhadap Myura dan betapa cinta mereka tidak lekang oleh waktu
-Of Course I Love u-
THE END

1 komentar:

layla3103 on 17 November 2011 15.26 mengatakan...

like,like,like

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

♥KOREAN CHINGU (한국 친구)♥ © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor